Lolos ke Final Piala FA, Guardiola Kini Bidik Liga Primer Inggris



Pep Guardiola makin bersemangat membawa anak asuhnya meraih gelar demi gelar. Setelah lolos ke final Piala FA usai menumbangkan Brighton and Hove Albion, kini Manchester City membidik gelar Liga Primer Inggris.
The Citizens memastikan langkahnya ke partai puncak setelah di semifinal yang berlangsung di Stadion Wembley, Minggu (7/4/2019) dinihari menang tipis 1-0. Gabriel Jesus menjadi pahlawan City lewat gol cepatnya di menit keempat. (Baca juga : Singkirkan Brighton, Man City Raih Final ke-11 di Piala FA)

Dengan keberhasilan ini, City berpeluang menjadikan Piala FA sebagai gelar kedua. Gelar pertama yang dipersembahkan Guardiola adalah Piala Liga Inggris.

Tak hanya di situ, pelatih asal Spanyol tersebut juga tengah membidik gelar Liga Primer Inggris. Kans-nya pun masih terbuka setelah di klasemen City hanya kalah dua poin dari Liverpool yang sudah mengemas 82. 


Kepada wartawan, seperti dikutip Reuters, Guardiola menegaskan para pemainnya sama sekali tak terpengaruh psikologisnya dengan raihan angka yang diperoleh Liverpool. "Mungkin bagi mereka (kubu Liverpool) itu lebih baik (memberikan tekanan pada pemain City). Tapi bagi kami, itu nol. Tidak ada pengaruh sama sekali."

"Apa yang terjadi, terjadilan. Jadi untuk menjadi juara kita harus memenangkan semua pertandingan," tegas Guardiola.

Untuk bisa menyabet empat gelar di musim ini, Guardiola harus memutar otak. Pasalnya, tidak semua pemain terus dalam kondisi prima.

Setelah ini konsentrasinya harus dicurahkan di perempat final Liga Champions, di mana mereka akan menghadapi Tottenham Hotspur. Dan, di bulan depan, City akan melakoni laga final Piala FA melawan Wolves atau Watford.  


"Apakah Anda percaya kami bisa memainkan 60 pertandingan dalam satu musim dan menang 5-0, serta memiliki kinerja yang baik di setiap pertandingan? Tim mana yang bisa lakukan itu?" ucap Guardiola.

"Bahkan tim yang pernah meraih treble di negara lain. Saya tidak ingat, saya tidak melihat, tetapi saya pikir ketika Sir Alex Ferguson memenangkan treble (bersama Manchester United pada 1998-99), mereka pun tak bisa melakoni pertandingan dengan fantastis dan menang empat atau lima nol."