Bisakah Headphone Bluetooth Picu Kanker? Begini Faktanya

Jakarta - Semakin canggihnya teknologi masa kini, banyak perangkat yang tidak lagi menggunakan kabel. Salah satunya headphone atau earphone, untuk mengganti kabel maka digunakanlah bluetooth.

Sayangnya banyak spekulasi yang mengatakan radiasi dari bluetooth dapat memicu masalah kesehatan, seperti kanker. Benarkah demikian?

Dikutip dari Metro, seorang ahli bioteknologi terkemuka mengatakan bahwa headphone bluetooth bisa berisiko besar memicu kanker karena penempatannya di saluran telinga yang dapat memancarkan radiasi yang relatif tinggi ke otak.

250 dokter dan ilmuwan pernah menandatangani petisi yang ditujukan pada PBB, mengatakan bahwa smartphone, sumber WiFi, dan bahkan monitor bayi yang mengeluarkan medan elektromagnetik non-ionisasi itu berbahaya.

"Efeknya termasuk peningkatan risiko kanker, stres pada sel, peningkatan radikal bebas berbahaya, kerusakan genetik, perubahan struktural dan fungsional sistem reproduksi, defisit pembelajaran dan memori, gangguan neurologis, dan dampak negatif pada kesejahteraan umum manusia," kata profesor biokimia di University of Colorado di Colorado Spring, Jerry Phillips.

"Kerusakan jauh melampaui ras manusia, karena ada semakin banyak bukti efek berbahaya bagi kehidupan tumbuhan dan hewan," lanjutnya.

Baca juga: Mainan Magnet di Kulkas Bisa Bahaya bagi si Jantung Lemah


Sementara itu, Ken Foster, PhD, seorang profesor bioteknologi di University of Pennsylvania mengatakan bahwa radiasi yang dikeluarkan headphone bluetooth tidak sebesar yang dipancarkan sebuah ponsel, yaitu hanya sekitar sepersepuluh atau kurang.

"Jika Anda juga menggunakan ponsel setiap hari, aneh rasanya untuk mengkhawatirkan bahaya dari headphone ini," ungkapnya.

"Tentu, jika Anda menggunakannya selama berjam-jam sehari untuk mendengarkan musik atau podcast, tentu saja, paparan itu bisa bertambah. Tetapi jika Anda menggunakannya terutama untuk melakukan percakapan telepon, Anda akan mendapatkan paparan yang lebih sedikit daripada jika Anda memegang telepon sampai ke kepala Anda," jelas Foster.