Mengintip MRT Seoul yang Punya Jaringan Jalur Terluas di Dunia


Moda Raya Terpadu (MRT) baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari Minggu, dengan fase pertama mencakup rute Bunderan Hotel Indonesia ke Lebak Bulus. 

"Hari ini sebuah peradaban baru dengan mulai dioperasikannya MRT fase pertama," kata Jokowi saat meresmikan MRT di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Jokowi menyebut MRT merupakan budaya baru masyarakat Indonesia. Usai fase I diresmikan, Presiden RI ke-7 itu juga mencanangkan ground breaking MRT fase kedua rute Bundaran HI-Kota Tua.

"Tahun ini tadi saya perintahkan juga untuk memulai (pembangunan) yang rute timur barat," ucapnya.

Meski baru bagi masyarakat Jakarta, namun MRT sendiri telah menjadi salah satu penanda transportasi di banyak kota besar dunia, seperti Singapura, Hong Kong, dan Seoul. Kota yang terakhir disebut ternyata diam-diam menjelam menjadi pemilik rute MRT terluas di dunia, yakni sebanyak 17 jalur, menjangkau seluruh penjuru mata angin. 

Tidak hanya berhenti di situ, ibu kota Korea Selatan itu juga tengah mengejar pembangunan sembilan rute baru dan penambahan jarak pada jalur yang telah tersedia. Jika rencana itu berjalan lancar, sebagaimana dikutip dari Wanderwisdom.com pada Minggu (24/3/2019), maka sebagian besar warga Seoul akan memiliki lama waktu jalan kaki tidak lebih dari sepuluh menit menuju stasiun terdekat.

Jalur Penumpang Terbesar


Jaringan MRT Seoul, yang mayoritas berada di bawah tanah, juga merupakan sistem terbesar di dunia dalam hal panjang jalur penumpang.

Dioperasikan oleh empat operator kereta api milik pemerintah dan beberapa operator kecil swasta lainnya, MRT Seoul mampu menampung gabungan penumpang harian lebih dari tujuh juta orang.
Pekerjaan konstruksi untuk sistem MRT Seoul dimulai pada 1971, dan dibuka untuk operasi komersial pada 15 Agustus 1974. Jaringannya kini telah diperluas menjadi 17 jalur dengan rute 1-9 meliputi area Metropolitan Seoul.

Terlepas dari luasnya jaringan dan penumpang yang tinggi, sistem MRT Seoul lebih dari sekadar efisien dan dapat diandalkan, melainkan juga bersih dan nyaman. Sistem ini juga memudahkan mobilitas penumpang karena frekuensi layanan yang tinggi, di mana hal itu telah diakui oleh banyak pihak, sebagai keunggulan utama yang membuatnya jadi sorotan global.

Prioritas Kenyaman Penumpang


Kenyamanan penumpang menjadi salah satu prioritas utama pengelola MRT Seoul, di mana kini gerbong yang digunakan memungkinkan akses lebih cepat di dalam dan di luar kereta.
Seluruh rangkaian kereta dilengkapi dengan pendingin udara selama musim panas, termasuk gerbong dengan tingkat AC rendah untuk mereka yang tidak tahan dingin.

Di musim dingin, pengelola MRT Seoul akan menerapkan sistem canggih yang mampu membuat kursi penumpang teras hangat. Seluruh pengumuman dan papan petunjuk berada dalam bahasa Korea dan Inggris di semua stasiun. Untuk kenyamanan penumpang asing, stasiun yang mengarah ke kawasan wisata akan memiliki pengumuman tambahan dalam bahasa Jepang dan China, dua negara yang warganya paling sering mengunjungi Korea Selatan.

Waktu tempuh antar stasiun MRT Seoul rata-rata tidak lebih dari tiga menit, dengan stabilizer sinyal yang membuat layanan 4G berjalan tanpa kendala saat beroperasi menyusuri rel, baik di atas ataupun bawah tanah.

Setiap stasiun selalu menyertakan televisi layar datar berukuran besar untuk menampilkan berita terbaru dan berbagai promosi menarik. Mengingat luasnya jaringan MRT Seoul, otoritas setempat bekerja sama dengan para operator, telah merilis peta digital yang bisa diunduh gratis, untuk memberi gambaran waktu perjalanan, ongkos, jumlah stasiun berhenti, stasiun transfer, dan fasilitas pelengkap di stasiun.