Demo 40.000 Orang di Perbatasan Gaza Berbalas Peluru Israel, 3 Remaja Tewas

(Ilustrasi) seorang remaja asal Palestina berusia 15 tahun tewas dalam bentrokan di Jalur Gaza (AFP)

Gaza - Puluhan ribu warga Palestina telah berdemonstrasi di Gaza untuk menandai peringatan satu tahun dimulainya protes mingguan di perbatasan Jalur Gaza - Israel.

Demonstran melemparkan batu dan membakar ban, dengan pasukan Israel menggunakan gas air mata dan peluru tajam sebagai tanggapan, demikian seperti dikutip dari BBC, Minggu (31/3/2019).

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memperkirakan jumlah pengunjuk rasa sekitar 40.000 dan beberapa ribu tentara Israel dikerahkan di sepanjang perbatasan.

Israel mengatakan alat peledak telah dilemparkan ke pagar perbatasan dan pasuka IDF telah menanggapi dengan "teknik pembubaran kerusuhan" dan peluru hidup.

Tiga pemrotes --semuanya remaja laki-laki-- tewas dalam puncak bentrokan pada Minggu 31 Maret 2019, dengan seorang tewas sebelumnya pada Sabtu 30 Maret, kata para pejabat Kementerian Kesehatan Gaza. Sementara 300 orang Palestina terluka.

Para pejabat kesehatan mengatakan seorang pria lain ditembak mati oleh pasukan Israel di dekat pagar semalam.

Hamas mengatakan akan berusaha menjaga jarak aman dari pagar perbatasan Gaza - Israel, ketika mediator Mesir dan PBB berusaha mencegah eskalasi lebih lanjut.

Protes mereda pada malam menjelang dini hari Minggu 31 Maret waktu lokal. Namun terbesit kekhawatiran di kalangan pejabat dan kelompok humaniter bahwa kekerasan akan kembali memuncak pada hari-hari mendatang.