Tampil Beda, Oppo Ajukan Paten Smartphone Layar Lipat Satu Display


Oppo mengajukan hak paten atas desain handphone layar lipatnya ke WIPO (World Intellectual Property Organization). Ini bukan merupakan paten ponsel lipat pertamanya. Berdasarkan paten ini, ponsel diharapkan melipat seperti buku, tetapi keluar. Saat dibuka, pengguna akan melihat lubang suara terletak di sisi kanan perangkat, di atas layar.

Sementara sensor dan pengaturan kamera menghadap ke depan terletak di sebelah kiri. Jika kita membalik handset, maka akan terlihat pengaturan kamera utama perangkat dan 'guntingan' di sisi lain.  Laman Android Headlines menyebutkan, guntingan itu sebenarnya mewakili alur yang dimaksudkan untuk menampung pengaturan kamera utama. Terutama ketika pengguna melipat perangkat.

Smartphone ini bisa dibayangkan untuk menampilkan satu layar yang akan dilipat dua. Setelah itu Anda akan memiliki akses ke separuh dari tampilan.  Ini bukan pertama kalinya kita melihat desain ponsel cerdas yang dapat dilipat. Hanya Oppo mungkin sebagai produsen pertama yang merilisnya. 


Oppo sendiri mengkonfirmasi bahwa paten itu bekerja membangun smartphone yang dapat dilipat. Mereka menjanjikan perangkat canggih ini tiba dalam waktu dekat, bahkan dalam semester pertama tahun ini.  Sebuah laporan yang muncul pada November tahun lalu mengklaim, Oppo berencana meluncurkan smartphone yang dapat dilipat di MWC 2019 di Barcelona. Tapi sampai sekarang pabrikan belum mengkonfirmasi kabar itu.

OPPO diketahui mengirim undangan media untuk acara MWC-nya yang diadakan pada 23 Februari. Hanya undangan itu lebih kepada rencana Oppo mengumumkan teknologi kamera generasi berikutnya. Antara lain teknologi yang menawarkan 10x zoom dan bukan smartphone layar dilipat. 

Jadi, OPPO sepertinya akan mengadakan acara terpisah beberapa saat setelah MWC 2019 guna mengumumkan perangkat foldable.


Persaingan dalam Smartphone Layar Lipat
Oppo bukan satu-satunya pabrikan smartphone yang berencana merilis unit layar dilipat pada H1 2019. Samsung dan Xiaomi sudah memamerkan perangkat demonya, sementara Huawei telah mengkonfirmasi akan mengungkap smartphone lipatnya di MWC 2019. 

LG juga bekerja pada perangkat seperti itu. Sedangkan Motorola berencana menghidupkan kembali merek "Razr" yang dibentuk untuk layar lipat, bukan sekadatr flip.

Samsung dan Xiaomi memiliki pendekatan yang agak berbeda untuk smartphone layar lipatnya dibanding Oppo. Samsung akan menerap tampilan dua layar, satu layar besar, dan layar kecil/ sekunder di bagian belakang. 

Perangkat akan terlipat seperti buku yang sebenarnya, setelah itu tampilan sekunder di bagian belakang akan dihidupkan dan membiarkannya untuk terus Anda gunakan.