Suhu Beku Amerika Serikat Kian Memburuk


Hembusan udara kutub yang sangat dingin semakin memperburuk suhu beku yang masih berlangsung di Midwest, Amerika Serikat (AS).

Suhu dingin ekstrem itu pun menewaskan tiga orang lagi sehingga total korban tewas mencapai 12 orang. Korban tewas itu terkait kondisi cuaca ekstrem di Michigan, Iowa, Indiana, Illinois, Wisconsin dan Minnesota.

Berbagai layanan publik dihentikan, termasuk pengiriman surat dan paket. Warga juga terpaksa menghindari aktivitas di luar ruangan demi keamanan mereka.

Sejumlah sekolah diliburkan sejak Rabu (30/1) hingga kemarin di penjuru Midwest, termasuk Chicago yang menjadi lokasi sistem sekolah terbesar di AS. Kepolisian memperingatkan tingginya risiko kecelakaan di jalan raya yang dilapisi es. Otoritas Michigan juga menutup semua kantor pemerintahan hingga kemarin.

Para petugas Kepolisian Illinois menyelamatkan 12 orang di bus yang terjebak dalam kondisi suhu di bawah nol derajat di jalur Interstate 55 dekat Auburn karena bahan bakar solarnya berubah menjadi jeli di mesinnya.


“Di Detroit, pria berumur 70 tahun ditemukan tewas pada Rabu (30/1) di jalanan pemukiman,” ungkap juru bicara kepolisian Detroit, dilansir Reuters.

Sekitar 24 km di komunitas Ecorse, seorang pria berusia 70-an tahun yang merupakan mantan anggota dewan di kota itu ditemukan tewas. Pria itu hanya menggunakan baju tidur saat diketahui meninggal dunia pada Rabu (30/1).

“Seorang mahasiswa Universitas Iowa ditemukan tewas di luar gedung di kampus itu pada Rabu (30/1),” ungkap pernyataan Universitas Iowa. Korban bernama Gerald Belz itu diduga meninggal akibat cuaca dingin.

Jalanan di Chicago pun terlihat kosong karnea hanya sedikit orang yang berjalan di luar ruangan dalam kondisi suhu sekitar minus 28 derajat Celsius. “Ini mengerikan!” ujar Pasquale Cappellano, 68, seorang pegawai restoran saat dia menunggu bus di North Side, Chicago.

“Saya mengambil obat saya di Walgreens atau saya tidak akan keluar,” tutur dia.

Di Minneapolis, suhu mencapai minus 26 derajat Celsius. Warga setempat Brian Pierce menyatakan melihat mobil-mobil tergelincir di jalanan. “Suara jalanan itu terdengar sangat aneh, sepertinya mobil-mobil itu kehilangan cengkeraman. Dan gigi saya sakit,” papar dia.

“Suhu dingin juga terjadi di Northern Plains dan Great Lakes yang mencapai minus 41 derajat Celsius di Park Rapids, Minnesota, dan mencapai minus 35 derajat Celsius di Fargo, Dakota Utara,” ungkap laporan Badan Cuaca Nasional (NWS).


Angin beku mulai berhembus ke Pantai Timur AS sejak Rabu (30/1), membuat suhu segera merosot di bawah titik beku. “Lebih dari 1.000 penerbangan atau dua per tiga total penerbangan telah dibatalkan pada Rabu (30/1) dengan tujuan dari atau keluar Chicago O'Hare dan Chicago Midway,” ungkap data situs pelacakan penerbangan FlightAware.

Layanan kereta penumpang Amtrak membatalkan seluruh layanan dengan tujuan Chicago.

Adapun di peternakan Morning Joy Farm di Mercer, Dakota Utara, Annie Carlson menyatakan kuda-kuda dan domba miliknya dalam kondisi baik. “Mereka dapat pergi ke lumbung jika mereka mau. Mereka meringkuk dan menghangatkan badan,” tutur dia. Ayam-ayam dan bebeknya menikmati suhu 21 derajat Celsius di dalam kandang besar.

Kondisi cuaca ekstrem juga terjadi di negara lain. Inggris mengeluarkan peringatan terjadinya es dan salju. “Pekan ini suhu akan turun hingga minus 10 derajat Celsius di beberapa wilayah,” ungkap Kantor Meteorologi Inggris. 

Perkiraan cuaca mencatat suhu mencapai minus 10,8 derajat Celsius dan membawa salju setebal 10 cm di Inggris bagian selatan, kemarin.

Adapun beberapa kota di Australia justru mengalami suhu paling panas sepanjang waktu. Di Sydney, kemarin, suhu mencapai yang paling panas dalam 12 bulan terakhir. Pada saat bersamaan, pemadaman listrik juga terjadi di pinggiran timur kota itu. Listrik padam dialami sekitar 45.000 properti. 

Kota Sydney mengalami suhu mencapai 40 derajat Celsius. Pejabat Biro Meteorologi Rebecca Farr pernah mencatat suhu mencapai 40 derajat Celsius pada 7 Januari 2018 saat merkuri menyentuh angka 43,4 derajat Celsius.

“Secara umum ini relatif jarang bagi Observatory Hill mencapai 40 derajat karena normanya laut membawa suhu sedang. Ini situasi langka di mana angin laut yang berhembus dengan suhu yang tidak seperti yang seharusnya di pinggiran barat,”