Mau ke Mars? Tiket Pergi Rp 7 Miliar, Pulangnya Gratis


CEO SpaceX Elon Musk sudah mulai berspekulasi mengenai harga tiket penerbangan pesawat Starship besutan SpaceX dengan rute Bumi-Mars secara pulang-pergi (PP).

Dalam kicauannya, Musk meyakini perjalanan ke Mars suatu saat nanti akan bertarif kurang dari USD 500 ribu atau sekitar Rp 7 miliar. Harga inilah yang mesti disiapkan orang yang ingin segera jalan-jalan ke Planet Merah setelah hal itu sudah memungkinkan.

Masih dalam kicauan Musk tersebut, ia menyatakan perjalanan pulang bisa saja digratiskan alias tidak dipungut biaya lagi. Jika ditotal, Rp 7 miliar sudah akan menjamin pesiar rute Bumi-Mars PP. Tapi ia juga menambahkan bahwa tarif tersebut masih sangat bergantung pada jumlah orang.

Tak cuma itu, ia pun berangan-angan kalau tiket penerbangan itu bisa lebih rendah dari USD 100 ribu, atau sekitar Rp 1,4 miliar. Saat tarif itu tercapai, beberapa golongan warga di Bumi bisa saja menjual rumahnya dan pindah ke Mars jika mereka mau.

"Sangat tergantung pada volume, namun saya yakin penerbangan ke Mars (tiket kembalinya gratis) suatu saat nanti bisa lebih rendah dari USD 500k dan mungkin malah lebih rendah dari USD 100k. Saking murahnya kebanyakan orang dengan ekonomi maju bisa saja menjual rumahnya di Bumi dan pindah ke Mars jika mereka mau," tulis Musk di akun Twitternya itu.

Jika dilihat nilai, setengah juta dolar adalah uang yang sangat banyak. Namun masih lebih murah ketimbang pilihan lainnya, seperti USD 200 ribu untuk sekadar merasakan gravitasi nol pada penerbangan Virgin Galactic, atau bahkan USD 9,5 juta untuk liburan pada space station mewah.

Namun sekali lagi, ini masih berupa angan-angan, karena pesawat Starship buatan SpaceX pun saat ini masih dalam masa pengembangan. Saat ini pengembangannya baru mencapai tahap prototipe 'hopper', untuk menguji proses lepas landas dan pendaratannya, juga menguji mesin roket Raptor yang menjadi sumber tenaga pesawat tersebut.

SpaceX sendiri menargetkan Starship bisa mengudara dengan membawa turis di seputaran Bulan pada 2023, demikian dikutip  dari Cnet, Selasa (12/2/2019).