Ekspresi seorang Pria mencoba menyantap cabai terpedas di dunia, Carolina Reaper


Di Indonesia banyak orang terobsesi pada makanan pedas -namun cabe paling pedas sedunia justru ada di Amerika. Dan seorang pria yang menyantapnya dalam suatu lomba, harus dilarikan ke rumah sakit gara-gara sebutir cabe ini.

Warung-warung di Indonesia belakangan seakan berlomba jadi yang paling pedas: Nasi Goreng Gila, misalnya, jadi salah satu yang muncul di mana-mana di jalanan: nasi goreng dengan tingkat pedas edan-edanan. Mie instan sekarang dilengkapi dengan jenis pedas. Juga berbagai jenis masakan ayam dan bebek. Bahkan sebuah merk kripik Bandung dijual dengan beragam tingkat kepedasan: mulai tingkat satu sampai 10.

Tetapi tak ada yang bisa dibandingkan dengan cabe Carolina Reaper ini: cabe paling pedas sedunia.


Di New York, seorang pria yang menyantapnya dalam lomba makan cabe pedas akhirnya harus dilarikan di rumah sakit setelah mengalami thunderclap atau serangan sakit kepala mendadak "yang luar biasa".




Berikut ini sekilas info tentang cabai carolina reaper.

CAROLINA REAPER adalah Cabe paling pedas di dunia

Cabai Carolina Reaper mengandung 1,569,300 Scoville Heat Units (SHU) - tingkat kepedasan cabai.

Sebagai perbandingan, skor cabai rawit berkisar antara 30.000-50.000 SHU.

Dinobatkan sebagai cabai terpedas di dunia oleh Guinness World Records pada tahun 2013.

Dibuat oleh Ed Currie dari Pucker Butt Pepper Company di South Carolina selama sepuluh tahun

Dia mulai menanam cabe setelah mengetahui bahwa capsaicin yang ditemukan dalam cabai berpotensi sebagai obat untuk melawan kanker dan dia menyumbangkan setengah dari hasil panennya untuk penelitian kanker.