Waspada, Ini Daerah-daerah yang Alami Peningkatan Kasus DBD


Tren peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi  di beberapa wilayah di Indonesia. Direktur Jenderal  Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menyampaikan, adanya peningkatan tersebut dapat dikatakan cenderung mengarah pada potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD.

Laporan data Subdit Surveilans Kementerian Kesehatan per 14 Januari 2019 mencatat, daerah yang mengalami tren peningkatan DBD meliputi Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat; Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Kabupaten Aru; Toli-Toli, Sulawesi Tengah; Kabupaten Bone Bolanggo, Gorontalo; Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah; Bogor dan Depok, Jawa Barat.

Selanjutnya, kasus DBD meningkat di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur; Kabupaten Pasang Kayu, Sulawesi Barat; Kabupaten Asmat, Papua; Berau, Paser, dan Kukar di Kalimantan Timur; serta Kaur, Bengkulu.

Kasus KLB DBD menjadi perbincangan panas pada akhir Desember 2018. Kementerian Kesehatan mendapatkan laporan kasus DBD yang terjadi di 22 provinsi. Adanya peningkatan kasus suspek DBD  menyatakan, DBD yang dialami kali ini termasuk dalam Kejadian Luar Biasa.

Menurut data Subdit Surveilans Kementerian Kesehatan, pada bulan November sampai Desember 2018, laporan KLB DBD terjadi di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Manggarai. Di Kabupaten Kapuas terdapat sebanyak 199 kasus  DBD. Pada Oktober 2018, ada 46 kasus DBD dengan 45 pasien menjalani rawat inap di RSUD Kabupaten Kapuas.

Di Kabupaten Manggarai Barat pada tahun 2018 tercatat, 672 kasus DBD. Kasus kematian DBD di wilayah tersebut dilaporkan ada 8 orang sampai Januari 2019. Antisipasi menangani DBD sudah dilakukan dengan fogging dan penyebaran larvasida—insektisida kimiawi untuk mencegah penyebaran nyamuk pembawa virus DBD.