Rusia Upgrade Jet Siluman Su-57, Musuh F-35 dan F-22 AS


Rostec, perusahaan pertahanan Rusia, mengumumkan bahwa pesawat jet tempur siluman Su-57 telah rampung di-upgrade. Upgrade pesawat yang jadi rival jet tempur siluman F-35 dan F-22 Amerika Serikat (AS) itu mencakup kanopi kaca di kokpitnya.

Menurut Rostec kepada media Rusia, peningkatan kemampuan (upgrade) juga dilakukan pada pesawat pembom nuklir Tu-160, jet tempur Su-30, Su-34, Su-35 dan MiG-29K.

Perusahaan itu mengatakan lapisan baru yang ditambahkan dalam upgrade menggandakan penyerapan gelombang radar dan mengurangi signature radar kokpit sebesar 30 persen.

Namun, Business Insider dalam laporannya Minggu (13/1/2018) mengatakan bahwa tidak satu pun dari jet-jet tempur Rusia, termasuk Su-57, yang secara eksplisit bisa disebut sebagai jet tempur siluman. Laporan itu mengutip para pakar yang dihubungi oleh Business Insider.

Menurut laporan itu, hanya AS dan China yang menghasilkan pesawat tempur siluman sejati. Sedangkan jet tempur Sukhoi Rusia memiliki keunggulan pada kemampuan bermanuver dan kemampuan dogfighting yang serius.

Seorang ilmuwan yang bekerja di pesawat AS sebelumnya meninjau gambar-gambar Su-57 dan menyimpulkan dalam sebuah wawancara dengan Business Insider bahwa Rusia bahkan hampir tidak berusaha membuat pesawat-pesawatnya tidak dapat diamati oleh radar.

Ilmuwan yang identitasnya tak diungkap itu mengatakan, paku keling yang menonjol keluar dari badan pesawat dan punuk-punuk merusak setiap kemungkinan siluman dalam desain pesawat tempur Rusia.


Bahan penyerap radar telah digunakan untuk menyamarkan pesawat tempur sejak Perang Dunia II dan memiliki beberapa kegunaan. Namun, hanya akan sedikit membantu menyembunyikan jet Rusia yang harus membawa arsenal senjata secara eksternal.

TASS, media yang dikelola pemerintah Rusia, menggambarkan Su-57 sebagai pesawat tempur multirole yang dirancang untuk menghancurkan semua jenis target udara pada jarak jauh dan pendek, menghancurkan target musuh di darat dan laut, dan mengatasi kemampuan pertahanan udara musuh.

Rusia sendiri menolak untuk memproduksi secara massal jet Su-57 meskipun menyatakannya telah terbukti dalam pertempuran setelah dilibatkan secara terbatas untuk melawan pasukan pemberontak di Suriah yang sejatinya tidak memiliki kemampuan pertahanan udara.

Penyebab Rusia menolak untuk memproduksi secara massal jet tempur Su-57 masih misterius. Militer Moskow mengklaim, penolakan itu karena jet tempur itu eksklusif dan tidak akan dijual ke negara lain. Namun, media-media Barat curiga penolakan itu karena ada yang tidak beres dengan pengembangan Su-57 yang terlanjur diklaim sebagai jet tempur siluman pesaing utama F-35 AS.