Ma'ruf Amin soal Debat Pilpres: Saya Biasa Berdebat di MUI

Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengklaim siap hadapi debat pilpres 2019.
Jakarta -- Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin menegaskan bahwa dirinya telah siap dan tak memiliki halangan untuk menghadapi debat capres cawapres putaran pertama pilpres 2019 yang akan digelar pada 17 Januari mendatang.

Pernyataan Ma'ruf ini merespons tudingan hanya dirinya yang tak memiliki pengalaman debat di pilpres maupun pilkada dibandingkan kandidat capres-cawapres lainnya.

Ma'ruf menyatakan dirinya sudah terbiasa untuk berdebat dengan anggota dan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di berbagai forum pertemuan atau rapat.


"Perkara bahwa saya yang belum pernah atau pengalaman ikut debat itu bukan menjadi halangan ya, itu kalau debat saya suka berdebat saya. Di Majelis Ulama saya kan berdebat," kata Ma'ruf saat ditemui di kediamannya, Menteng, Jakarta, Jumat (4/1).

Diketahui, Prabowo dan Jokowi sendiri telah berpengalaman sebagai peserta debat capres Pilpres 2014. Sedangkan Sandiaga Uno pernah menjalani debat Pilkada DKI Jakarta 2017 sebagai calon wakil gubernur

Lebih lanjut, Ma'ruf meyakini tak ada perbedaan antara pelaksanaan debat pilpres maupun perdebatan yang biasa ia lakukan bersama pengurus MUI lainnya.

Ia menyatakan perbedaannya hanya terletak pada tema dan jumlah penonton yang menyaksikan debat  tersebut.

"Ya tapi tentu [tema] debatnya berbeda, tinggal apa yang diperdebatkan tentu ya, kalau debatnya sih sama aja. Cuma ini memang ditonton oleh masyarakat se-Indonesia ya," kata dia.

Di sisi lain, Ma'ruf menyatakan dirinya telah mempersiapkan kesiapan mental di samping penguasaan materi debat untuk menghadapi Prabowo-Sandiaga.

Ia pun menyebut telah mempersiapkan tim khusus untuk memberikan rekomendasi dan berbagai materi yang dibutuhkan saat debat.

"Tim materi debat kemarin sudah ke sini, besok nanti Minggu juga untuk meng-update terus. Dan saya harus juga terus mempersiapkan diri untuk gimana itu menyiapkan materi debat itu," kata dia.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menghelat debat perdana paslon peserta Pilpres 2019. Temanya adalah hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

Sejauh ini telah ada delapan orang yang akan menjadi panelis dalam debat tersebut.

Mereka adalah pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana, mantan ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, pakar tata negara Bivitri Susanti, koordinator ICW Adnan Topan Husodo, mantan wakil ketua KPK Bambang Widjojanto, dan pakar tata negara Margarito Kamis.