Cerita Pedagang Seafood Selamat dari Tsunami karena Manjat Tower

Yaya (45) warga Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang berhasil selamat dari bencana tsunami Selat Suda setelah memanjat tower BTS.

Yaya (45) warga Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang berhasil selamat dari bencana tsunami Selat Suda setelah memanjat tower BTS. 

Pedagang makanan seafood itu menceritakan detik-detik saat tsunami menerjang wilayah Cinangka, Kabupaten Serang. Pada malam itu, dirinya sedang melayani lima konsumen di warungnya.

Namun saat akan menyajikan makanan, ombak pertama datang setinggi lutut kaki orang dewasa masuk hingga kedalam lapak dagangannya. Pada saat gelombang air kedua, dirinya bersama yang lain memutuskan untuk melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi. "Waktu itu tiga kali datangnya ombak, pertama selutut, kedua sebahu, ketiga itu 7 sampai 8 meter," kata Yaya.

Dia dan semua orang yang berada di lokasi harus berjibaku di dalam gulungan ombak dan terlempar hempasan gelombang air hingga ke seberang jalanan dengan kondisi dataran lebih tinggi.

Beruntung, dia masih sempat untuk menyelamatkan diri ke atas tower BTS yang berada di seberang jalan. "Saya lari ke seberang pantai langsung naik ke atas tower jaringan setinggi delapan meter. Saya liat yang lain kehempas," ujarnya.

Akibat terjangan gelombang tersebut, kakaknya Muksin dan lima pembeli di warugnya terluka parah dengan kondisi tak berdaya. "Semuanya sekarang masih dirawat di puskesmas. Itu gara-gara kayu, pohon," katanya.

Saat ini, Yaya hanya bisa bersyukur dapat selamat dari bencana tsunami meski pun warung tempat usahanya mencari nafkah hancur digulung ombak.