Temuan Baru Lion Air Jatuh

Black Box dari pesawat Lion Air JT 610 diperlihatkan saat rilis posko evakuasi JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (1/11). Black Box tersebut ditemukan 500 meter dari lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. (Iqbal S. Nugroho)
Upaya mengungkap penyebab jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 memasuki babak baru. Komite Nasional Keselamatan Penerbangan (KNKT) mengunduh data catatan penerbangan atau flight data recorder (FDR) pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang.

KNKT menggandeng dua tim dari Amerika Serikat dan Australia. Diperoleh data penerbangan selama 69 jam terakhir. Termasuk penerbangan saat pesawat Lion Air jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin 29 Oktober 2018.

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengungkap sejumlah dugaan kecelakaan pesawat Lion Air. Dugaan sementara yang merujuk temuan baru ini diharapkan menguak penyebab pasti kecelakaan pesawat Lion Air dengan 189 korban.

KNKT masih membutuhkan waktu sekitar dua pekan untuk memverifikasi data black box pesawat Lion Air PK-LQP. Data FDR itu baru saja diunduh.

"Datanya bagus. Saat ini sedang kami verifikasi," ucap Soejanto.

Salah satu bagian dari kotak hitam atau black box pesawat Lion Air yang jatuh di Karawang, belum ditemukan, yakni cockpit voice recorder (CVR). Tim SAR baru menemukan FDR.

KNKT mengakui sinyal yang dipancarkan CVR Lion Air tak lagi terdengar. "Sekarang pun kita sudah tak mendengar sinyalnya jadi dengan metode apa pun kita akan cari CVR itu," kata Soerjanto.

Bila Basarnas berhenti mencari, sambung dia, KNKT berusaha mencari sendiri. Soerjanto bersikeras mencari CVR karena rekaman suara di kokpit pilot penting untuk penyelidikan penyebab jatuhnya pesawat Lion Air rute Jakarta-Pangkalpinang itu.