Seks Solo Punya Efek Buruk? Yuk, Simak 3 Fakta Keliru Tentang Seks Solo Ini

illustrasi
Ya, para jones memang punya gairah tersendiri. Menyalurkannya dengan seks solo alias masturbasi jadi jalan keluar. Berbahaya?

Kendati masih terbilang tabu, namun masturbasi menurut sejumlah penelitian punya segudang manfaat bagi kesehatan tubuh.

Seperti?

Mampu hilangkan stres hingga ampuh dalam tingkatkan kualitas tidur.

Bicara masturbasi, kurang lengkap rasanya jika tak mengulas sejumlah mitos yang berkembang di masyarakat. Maklum, mitos-mitos menakutkan seputar masturbasi kerap jadi momok menakutkan bagi pelakunya.

Nah, agar tak salah kaprah, simak 3 fakta tentang masturbasi berikut ini !

#1  Bisa Jadi Si Buta dari Goa Hantu?
Sering kita mendengar pernyataan, masturbasi berpotensi besar menyebabkan kebutaan dan tumbuhnya rambut di telapak tangan. Dikatakan sejumlah periset, itu hanyalah mitos belaka yang tak jelas juntrungannya. Tak percaya? Buktikan saja sendiri!

#2  Sia-Siakan Sperma
Banyak anggapan ‘aktifitas sunyi’ ini buang-buang sperma. Hmmm… pernyataan tersebut tidaklah benar. Menurut para ahli kesehatan, mereka yang rutin bermasturbasi punya jumlah  sperma lebih banyak ketimbang yang jarang atau tak pernah melakukannya. Dijelaskan pula, produksi sperma seseorang aslinya tak akan pernah berhenti.

#3  Hilangkan kemampuan orgasme 
Sebagian besar wanita takut kehilangan orgasme karena keseringan pakai vibrator. Selain itu, mereka juga takut tak terangsang lagi oleh pasangannya. Itu sama sekali tak benar. Masturbasi pada dasarnya tak akan memengaruhi kemampuan orgasme. Sebaliknya, aktifitas tersebut malah akan menstimulasi wanita mencapai orgasme, demikian dilansir Your Tango.

So.. Jangan sering sering ya Guys :)