Taliban-Afghanistan Sepakat Gencatan Senjata Saat Idul Fitri

Ilustrasi (BBC World)
Taliban mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari dengan militer Afghanistan saat perayaan Idul Fitri nanti. Hal ini disampaikan setelah pemerintah Afghanistan terlebih dulu mengumumkan gencatan senjata mengejutkan selama seminggu dengan Taliban.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (9/6/2018), ini merupakan pertama kalinya Taliban sepakat melakukan gencatan senjata selama Idul Fitri sejak invasi Amerika Serikat (AS) tahun 2001 lalu. Namun ditegaskan Taliban bahwa setiap petempurnya akan mempertahankan diri jika diserang. 

"Seluruh mujahidin diarahkan untuk menghentikan operasi serangan terhadap pasukan Afghan untuk tiga hari pertama Idul Fitri," demikian pernyataan Taliban via aplikasi chat WhatsApp seperti dikutip AFP.

"Tapi jika mujahidin diserang, maka kami akan mempertahankan (diri) dengan kuat," imbuh pernyataan itu.

Dalam pernyataannya, Taliban juga menyatakan bahwa gencatan senjata tidak berlaku bagi pertempuran dengan pasukan asing. "Operasi kami terhadap mereka akan berlanjut, kami akan menyerang mereka di mana pun kami melihat mereka," tegas Taliban dalam pernyataannya.

Pada Kamis (7/6) lalu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengumumkan gencatan senjata selama sepekan, 12-19 Juni, dengan Taliban. "Mulai dari hari ke-27 Ramadan hingga hari kelima Idul Fitri," sebut Presiden Ghani via Twitter resminya.

Langkah melakukan gencatan senjata ini diumumkan beberapa hari setelah digelar pertemuan para ulama top Afghanistan di Kabul, yang menyerukan gencatan senjata dan merilis fatwa melawan bom bunuh diri dan serangan bom. Satu jam usai fatwa dirilis, ledakan bom bunuh diri mengguncang sebuah lokasi di luar tempat pertemuan. Sedikitnya delapan orang tewas.

Ditegaskan Presiden Ghani saat itu, bahwa pemerintahan Afghanistan mendukung seruan para ulama. "Pemerintah Afghanistan tidak hanya mendukung fatwa mutlak yang diumumkan para ulama, tapi juga mendukung rekomendasi gencatan senjata," ucap Presiden Ghani dalam pernyataan yang dirilis kantor kepresidenan Afghanistan.