Lebih 24 Jam Rusuh Mako Brimob, Polri Bantah Lamban, Kenapa?

Irjen Setyo Wasisto
Kerusuhan yang berakhir dengan penyanderaan terhadap anggota Densus 88 di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, sudah berlangsung lebih dari 24 jam. Saat ini Polri masih menangani kerusuhan itu.

Sejumlah pihak menyebut penanganan Polri dalam kerusuhan itu lamban. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto membantah pihaknya lamban. Penanganan membutuhkan waktu lama karena lebih mempertimbangkan keselamatan para sandera.

"Bukan lamban, kita menghargai nyawa," ujar Setyo saat dihubungi detikcom, Rabu (9/5/2018). Setyo mengatakan kerusuhan terjadi sejak Selasa (8/5) sore.

Setyo mengatakan, dalam situasi tersebut, polisi tidak bisa melakukan tindakan gegabah dan terburu-buru. Sebab, bila ada satu saja tindakan yang salah, itu bisa berakibat fatal terhadap keselamatan nyawa para korban sandera.

"Kita tidak bisa grusak-grusuk, kalau grusak-grusuk nanti keselamatan anggota menjadi pertaruhan," imbuhnya.

Maka itu, pihak kepolisian melakukan pendekatan dengan negosiasi untuk mencari titik temu. "Kita makanya upayakan negosiasi, kemauan apa agar ketemu titik temunya apa, mohon doanya," lanjutnya.

Setyo juga bicara soal lambannya proses negosiasi. Setyo mengatakan masalah tuntutan dari para napi teroris yang belum bisa dipenuhi menjadi kendala lambannya proses negosiasi.

"Ini masalah tuntutan. Saya tidak bisa buka di forum ini. Saya harus close dulu karena tim nego masih jalan," tandasnya.