3 Alasan Liverpool Takkan Juara Liga Champions Musim Ini

Seorang petugas mengambil flare saat pemain Liverpool Mohamed Salah bersama rekannya Sadio Mane melakukan selebrasi dalam pertandingan Liga Champions di Etihad Stadium (10/4). Salah menyumbang satu gol untuk Liverpool. (AFP/Paul Ellis)
Liverpool meraih modal penting dalam leg pertama semifinal Liga Champions. Melawan AS Roma, The Reds menang dengan skor 5-2.

Ya, dalam laga yang digelar di Anfield tengah pekan ini, Liverpool memang menunjukkan kualitasnya. Lima gol dicetak oleh Roberto Firmino dan Mohamed Salah, masing-masing dua gol dan satu gol Sadio Mane.

Sementara AS Roma membalas melalui Diego Perotti dan Edin Dzeko. Tentu ini modal bagus untuk laga leg kedua di Olimpico pekan depan.

Meski gemilang, Liverpool dinilai belum pantas untuk juara Liga Champions musim ini. Pasalnya beberapa hal bisa menjadi pengganjal The Reds.

1. Kurang pengalaman
Trio striker Liverpool (dari kiri ke kanan), Robert Firmino, Mohamed Salah, dan Sadio Mane merayakan gol ke gawang AS Roma pada leg pertama semifinal Liga Champions, di Anfield, Rabu (24/4/2018). (AFP/Filippo Monteforte)
Liga Champions merupakan salah satu kompetisi yang sulit dimenangkan. Tak semua tim dengan taburan bintang bisa memenangkannya.

Salah satu contohnya adalah PSG. Meski punya banyak pemain bintang tetapi mereka belum pernah meraih trofi paling bergengsi di benua biru tersebut.

Liverpool sendiri terakhir kali melaju jauh hingga fase semifinal pada musim 2007/08. Tentu pengalaman mereka untuk bisa juara sangat kurang.

2. AS Roma penuh kejutan
Pemain Liverpool, Sadio Mane mencetak gol ke gawang AS Roma pada laga leg pertama semifinal Liga Champions 2017-2018 di Anfield, Selasa (24/4). Liverpool mengalahkan AS Roma di kandang sendiri dengan skor 5-2. (AP/Dave Thompson)
Liverpool boleh saja punya modal bagus karena menang 5-2 di leg pertama. Namun AS Roma dipastikan tidak akan menyerah begitu saja.

Hal ini dibuktikan pada perempat final. Kalah 1-4 melawan Barcelona di leg pertama, mereka justru menang 3-0 di leg kedua.

Dukungan suporter akan menjadi faktor penting untuk leg kedua nanti. Jika Liverpool tak bisa mengatasi tekanan, maka mereka harus siap menerima nasib seperti Barcelona.

3. Lawan di final tak mudah
Seorang suporter menghampiri pemain Real Madrid, Marcelo untuk berswafoto usai leg pertama semifinal Liga Champions melawan Bayern Munchen di Allianz Arena, Rabu (25/4). Marcelo terlihat terkejut saat dihampiri si penerobos lapangan. (AFP/Christof STACHE)
Jika sanggup melewati adangan AS Roma, tugas Liverpool untuk juara tak bisa dibilang mudah. Pasalnya lawan berat menanti di final.

Ya, The Reds akan menantang Real Madrid di final. Kedua tim ini bisa dibilang sebagai raksasa Eropa saat ini.

Jadi Liverpool harus berjuang keras untuk bisa juara. Apalagi jika mereka menantang juara bertahan, Real Madrid.


1 comments:

Author
avatar

Saya ibu:lilis pengunjung baru di blog ini ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada Aki wali Sentono karna berkat bantuan pesugihan putih sebesar 1 Miliar yang Aki berikan saya tidak tau harus berbuat apa untuk membalas kebaikan Aki wali Sentono awalnya saya kurang yakin dengan adanya pesugihan tapi dengan ekonomi tidak perna bercukupan di tambah hutang lagi menumpuk sudah berapa banyak paranormal yang saya hubungi tidak ada satupun yang berhasil malahan hutang-hutang saya bertambah banyak cuma Aki wali Sentono yang memberikan hasil melalui bantuan pesugihan putihnya akhirnya saya bisa sukses kini kehidupan saya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya ini semua berkat bantuan Aki wali Sentono bagi teman-teman semua punya masalah ekonomi / terlilit hutang mau sukses seperti saya silahkan hubungi atau sms di No. 0823=9369=4699 Aki wali Sentono atau kunjungi website https://uanggaib999.blogspot.co.id saya akui beliau paranormal yang bisa di percaya karna betul betul memberikan hasil inilah kisa nyata dari saya ibu lilis tidak ada unsur kebohongan dalam hal ini terima kasih..

Reply