Memoroti Pacarnya yang Pengusaha, Gadis Ini Dituntut Rp 20 M

Seorang pengusaha sebesar Rp 20 M menuntut mantan pacarnya karena diduga berbohong tentang usianya, memanfaatkan dirinya untuk keuntungan finansial. (Doc: Instagram.com/lifeinplastixx)
Seorang pengusaha menuntut mantan pacarnya karena diduga berbohong tentang usianya, memanfaatkan dirinya untuk keuntungan finansial, dan mengancam akan menghancurkan hidupnya setelah dia mengakhiri hubungan mereka. Penggugat yang tak disebutkan namanya itu hanya diidentifikasi sebagai seorang direktur senior di sebuah perusahaan NASDAQ berusia 45 tahun.

Pria itu menuntut mantan pacarnya, Jessica Jiahui Lee (19) sebesar 1,5 juta dolar AS atau lebih dari Rp 20 miliar. Menurut pria itu, ia merasa ditipu saat mengetahui usia sebenarnya Jessica, terlebih wanita itu telah melakukan tindakan-tindakan di luar akal sehat untuk mengancam dirinya.

Pria itu mengajukan kasus tersebut sebagai John Doe. Ia juga meminta perlindungan dan keamanan polisi di Illinois dan Texas. Ryan Jacobson, pengacara penggugat, mengatakan bahwa ketika kliennya menemukan bahwa pacarnya adalah seorang sugar baby profesional, ia memutuskan untuk putus dengan Jessica. Sugar baby sendiri merupakan istilah untuk wanita yang mencari keamanan finansial dari pria kaya.
Seorang pengusaha sebesar Rp 20 M menuntut mantan pacarnya karena diduga berbohong tentang usianya, memanfaatkan dirinya untuk keuntungan finansial. (Doc: Instagram.com/lifeinplastixx)
"Ketika ia memutuskan untuk berpisah, Jessica menjadi pendendam dan berusaha menghancurkan reputasi klien saya di antara anggota keluarga, teman, dan rekan bisnis," ujar Ryan seperti dikutip dari Mail Online.

"Untungnya, kami memiliki undang-undang yang memberikan jalan keluar bagi para warga sipil dan hukuman bagi orang-orang seperti Jessica yang mengira dapat bersembunyi di balik internet untuk meneror orang lain yang jaraknya ratusan kilometer jauhnya."

Ryan mengatakan lebih lanjut bahwa meski telah melakukan pengaduan tersebut, Jessica dilaporkan terus menganggu kliennya. Klien Ryan bertemu dengan Jessica saat menjalani perceraian dan istrinya. Kala itu, klien Ryan mengaku berada dalam keadaan emosional yang rentan sehingga mengiyakan permintaan Jessica untuk membiayai finansial wanita itu, termasuk asuransi mobil, belanja, dan perawatannya.

Barulah setelah 7 bulan berpacaran, pria itu melihat adanya ketidakstabilan mental di diri Jessica sehingga meminta untuk berpisah. Malahan, pria itu menemukan bahwa Jessica sebenarnya berusia 19 tahun, bukan 25 tahun seperti klaim wanita itu. Jessica juga mengaku kalau ia bekerja untuk Boston Consulting Group, padahal ia sebenarnya adalah sugar baby profesional dan penari eksotis.

Klien Ryan lebih lanjut menduga bahwa Jessica menggunakan banyak nama samaran untuk terlibat dalam hubungan yang sama dengan pria lain, di mana wanita itu memberikan seks dengan imbalan perhiasan, pakaian, dan perjalanan internasional yang mahal. Setelah hubungan mereka berakhir pada September 2017, Jessica mulai menuntut dukungan finansial dengan ancaman untuk mengekspos pria itu sebagai penipu dan pemerkosa.

Jessica dilaporkan melakukan serangan di media sosial dengan membuat akun Instagram palsu yang berpura-pura menjadi pria tersebut. Setelah mem-follow anggota keluarga pria itu, ia kemudian mengunggah foto telanjangnya.

Wanita itu bahkan dengan berani menghubungi mantan istri pria tersebut dan mengungkapkan informasi pribadi yang ia ketahui selama hubungan mereka. Merasa terganggu, mantan istri pria itu juga mengajukan laporan terpisah pada Departemen Kepolisian San Francisco.

Dokumen pengadilan juga mengungkapkan bahwa Jessica nekat pergi ke rumah pria itu dan merusak mobilnya. Jessica menusuk ban mobil pria itu dengan benda tajam, memasukkan lem super ke lubang kunci, sampai menggores mobilnya.

Kini pengadilan dan dewan juri tengah memproses laporan dari tim penggugat tersebut, sementara Jessica sendiri belum banyak berkomentar soal laporan tersebut.